Jumat, 27 Januari 2012

KOMITMEN PERUBAHAN UNTUK INDONESIA



1.       Cintai Indonesia = Cintai bumi
Hal ini sudah menjadi isu besar di seluruh belahan dunia. Berbagai kongres atau perjanjian dibuat oleh beberapa negara untuk menjaga kelangsungan bumi ini. Isu utama antara lain mengurangi emisi gas karbon dioksida. Seluruh aktivitas yang mengkonsumsi bahan bakar dan energi listrik, penggunaan kertas, sampah organik maupun an organik yang dihasilkan manusia, konsumsi air minum dalam kemasan, penggunaan kantong plastik dan lain sebagainya menghasilkan emisi karbon. Adalah hal yang harus kita berikan balik ke bumi atas jasa baik bumi yang memberikan ruang atmosfer untuk menampung jejak karbon manusia. Namun kini kondisi bumi sudah sangat kritis. Kadar CO2 sudah mencapai 392 ppm yang jauh melampai ambang batasnya agar kondisi aman yaitu 350 ppm (co2now.org).
Untuk itu komitmen perubahan yang akan saya lakukan untuk mengurangi jejak karbon saya :
a.       Mematikan lampu jika meninggalkan ruangan / kamar.
Mematikan lampu selama satu jam yang berdaya 20 Watt jumlah jejak karbon yang kita kurangi adalah 17,8 gram CO2.
b.      Mencabut colokan listrik.
Mencabut colokan listrik, mematikan semua peralatan elektronik, dan tidak meninggalkannya dalam keadaan stand by dapat menghemat energi hingga 10%.
c.       Menggunakan transportasi umum.
Jumlah emisi yang dihasilkan perjalanan menggunakan kendaraan umum adalah 0,19 gram CO2 per km dibandingkan dengan kendaraan pribadi sebesar 1,4 gram CO2. Memilih berjalan kaki dibandingkan dengan menggunakan jasa ojek jika jarak tidak terlalu jauh.
d.      Menggunakan tas atau kantung sendiri untuk belanja.
Beberapa minimarket atau supermarket menjual tas belanja untuk mendukung langkah penyelatamatan bumi ini. Hanya saja sepertinya tidak terlalu booming. Hal ini mungkin dikarenakan keharusan untuk membayar sejumlah rupiah untuk bisa memiliki tas ini. Saya sendiri pun belum memiliki tas seperti ini, upaya pembatasan kantung plastik yang sudah saya lakukan hanyalah sebatas menolak penggunaan kantung ketika belanja barang-barang yang masih bisa dimasukkan dalam tas.
e.      Menggunakan tempat minum dan tempat makan sendiri.
Minum air mineral untuk hidup sehat ternyata belum lengkap karena jika kita banyak mengkonsumsi air minum kemasan maka sampah plastik dari kemasan juga akan semakin banyak. Jadi seharusnya kita membawa tempat minum dan tempat makan sendiri jika bepergian. Selain sehat, murah, dan yang pasti ramah lingkungan.
f.        Mengurangi konsumsi daging
Fakta yang baru saya dapat. Dengan mengurangi konsumsi daging berarti kita mengurangi gas methana yang dihasilkan dari kegiatan peternakan maupun dari produk daging tersebut. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada tahun 2006 menyatakan bahwa sektor peternakan dunia  menyumbang 37% gas methana (72 kali lebih kuat daripada CO2 untuk potensi pemanasan global selama rentang waktu 20 tahun) dan 65% nitro oksida (296 kali lebih kuat daripada CO2). Seringkali kegiatan peternakan dilakukan dengan menebang hutan seperti yang terjadi di hutan Amazon Brasil dan di negara-negara berkembang lainnya.
g.       Menggunakan kertas print dengan bolak-balik dan menggunakan kertas bekas.
Hal ini sebenarnya agak sulit dilakukan di kantor (mengingat mayoritas penggunakan kertas untuk file-file kantor). Yang paling mungkin dilakukan adalah memastikan file yang ingin kita cetak sudah benar. Hal ini untuk menghindari pencetakan ulang yang hanya akan membuang-buang kertas. Menggunakan kertas bekas untuk mencetak draft atau bahan kuliah. Menggunakan fasilitas transfer data secara digital dibanding dengan membuat hard copy-nya.
h.      Mengolah limbah
Limbah yang saya tekankan disini bukan limbah rumah tangga, tetapi limbah industri, secara khusus limbah lab. Sebagai analis kimia yang menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan lingkungan, perilaku kita terhadap limbah harus diperhatikan. Beruntung tempat saya bekerja sangat memperhatikan masalah ini. Limbah organik maupun anorganik ditampung pada wadahnya untuk kemudian diolah pada pihak ketiga. Tidak ada yang dibuang sembarangan ke wastafel.
2.       Cinta Indonesia = Cinta Produk Indonesia
Membeli produk buatan negeri sendiri. Sulit ? hal ini mungkin diakibatkan produk dari negeri sendiri kurang diperhatikan mutu dan pelayanan purna jualnya oleh produsen (http://todosibuea.posterous.com/cintailah-konsumen-dalam-negericinta-produk-d).
Penggunaan produk indonesia yang bisa dilakukan saya saat ini adalah menggunakan sepatu atau tas buatan anak negeri.
3.       Cinta Indonesia = Cinta Musisi Dalam Negeri
Jangan bilang anda mendukung musisi dalam negeri, bila masih membeli CD bajakan atau mengunduh secara ilegal. Hidup musisi dalam negeri  J !
4.       Cinta Indonesia = Cinta Budaya Indonesia
Hal paling sederhana yang dapat dilakukan adalah menggunakan batik.  Mungkin ini hanya “kulit” dari wujud nasionalisme. Tetapi membiasakan menggunakan batik setidaknya satu minggu sekali dapat terus mengingatkan kita pada kekayaan budaya bangsa Indonesia.
5.       Cinta Indonesia = Cinta Pemerintah
Cinta pemerintah yang saya maksud pada point ini adalah mendukung program pemerintah yang ditujukan untuk membangun negeri. Memang saat ini semua kebijakan pemerintah dianggap miring oleh masyarakat karena banyaknya penyalahgunaan kebijakan yang ujung-ujungnya untuk mencari keuntungan sendiri. Tapi kita sebagai warna negara yang baik juga dituntut bijak dalam mengikuti peraturan, seperti membayar pajak,dll. Selalu lebih mudah berdiri di pinggir lapangan dan mengomentari tiap detik pertandingan dibandingkan dengan turun ke lapangan. Bukan berarti kita tidak boleh mengkritik pemerintah, tapi sebaiknya kita juga memberikan solusi atau setidaknya melakukan hal yang berguna sesuai dengan profesi kita. Sebagai mahasiswa seharusnya tidak hanya gaul dalam urusan musik, film, fashion, atau gadget tapi juga harus update untuk urusan masalah-masalah yang sedang dialami negara. Ilmu yang kita dapatkan pada masa pendidikan seharusnya diamalkan untuk kebaikan negara. Jangan ragu menjadi wakil rakyat dengan catatan melakukannya dengan nurani yang tulus.
Point-point yang dikemukan di atas mungkin terlalu idealis tetapi tak ada yang tak mungkin jika kita terus berusaha. Tetap optimis. Perubahan besar diawali oleh perubahan-perubahan kecil.

Untuk Indonesia yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar