Minggu, 01 Januari 2012

Hanya luapan kekesalan

24 Desember 2011.
Dalam perjalanan menuju rumah. Terburu-buru karena sudah telat untuk ibadah malam Natal.
Naik ojeg melewati jalur yang biasa. Kaget sekali sewaktu melewati SD Negeri di dekat rumah. Banyak anak lari-lari mengenakan baju pramuka. Seketika itu juga saya sadar kalau nanti anak-anak saya harus masuk sekolah dasar kristen. Kenapa? karena Sekolah Dasar Negeri seakan tidak memperhatikan muridnya yang beragama Nasrani. Bagaimana mungkin diadakan kemping Persami pada malam Natal ?
Hal yang berbeda jika itu terjadi di sekolah dasar yang muridnya tidak ada pemeluk agama kristen.
Tetapi yang saya lihat adalah sekolah dasar negeri dimana murid-muridnya terdiri dari agama yang berbeda.
Dimana nilai nilai PPkn yang dulu diajarkan di sekolah mengenai kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama yang dianut ?
Bagaimana pantas seorang murid harus memilih antara ibadah dengan sekolahnya? meskipun itu hanyalah ekstrakurikuler tapi bayangkan jika seorang anak yang sangat ingin ikut Persami itu tapi harus ke gereja untuk ibadah malam Natal. Orangtua mungkin akan membiarkan anaknya absen gereja untuk bisa ikut acara sekolahnya tapi seharusnya sekolah melihat sisi "rohani"nya. Mana bisa mendidik manusia menjadi manusia yang religius jika untuk ibadah saja dihalangi walaupun secara tidak langsung.

tujuan note ini dibuat adalah untuk mengekspresikan kekecewaan saya terhadap sistem pendidikan saat ini. Mungkin banyak alasan di balik ini yang tidak saya tahu. Tapi yang saya inginkan adalah sekolah yang tidak hanya mengajarkan teori tanpa memberikan praktek yang nyata, sekolah yang tidak munafik, sekolah yang adil dan melindungi murid muridnya tanpa memandang latar belakang, ras, atau dari agama apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar